Prestasi Partisipan level Teenager  Emas dalam East Java English Tournament – EJET 2018

English Massive turut menjadi bagian atas East Java English Tournament – EJET yang diselenggarakan oleh relawan asal Amerika Serikat yang tergabung dalam PEACE CORPS se Jawa Timur. Acara ini pun diikuti oleh puluhan Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas se-Jawa Timur yang ditempati oleh volunteer PEACE CORPS. English Massive mendapatkan kesempatan untuk mengikuti dua macam acara yaitu; English Tournament dan Teacher Workshop.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Pendidikan Kota Kediri atas support dan dukungannya. Oleh karena itu kami mengundang English Massive untuk berkesempatan mengikuti rangkaian EJET 2018.”

Sean Wise – PEACE CORPS.

Pada English Tournament, PEACE CORPS memberikan kuota kepada English Massive untuk mengikutkan 10 partisipan level teenager. Sebagai persiapan sebelum mengikuti perlombaan, manajemen dibantu oleh Master Tutor dan perwakilan tutor telah melakukan proses seleksi serta pendampingan khusus untuk mempersiapkan partisipan Emas pada turnamen tersebut. Selama dua minggu, sepuluh partisipan tersebut mendapat pelatihan intensif di Dinas Pendidikan oleh tutor English Massive. Tutor-tutor tersebut adalah Lintang Sulistyorini, Nur Latifatul Khoir, Zaky Alami, dan Ahmad Saifulloh. Tak hanya itu, pada satu sesi sebelum hari-H, mereka juga dimantabkan oleh Sean Wise selaku relawan asal Amerika yang juga ketua pelaksana EJET 2018.

collage1

Seleksi partisipan dan pendampingan khusus oleh tutor

Ada empat jenis kategori lomba pada turnamen ini; Speech untuk Sekolah Menengah Pertama, Speech untuk Sekolah Menengah Atas, Storrytelling untuk Sekolah Menengah Pertama, dan Storytelling untuk Sekolah Menengah Atas. Secara konsep aturan dan konsep yang sama hanya tema dan topiknya saja yang berbeda. Setiap anak harus membuat sendiri cerita mereka sendiri. Teks speech dan storytelling mereka juga melalui penjurian yang ketat. Jika ditemui teks itu tidak original atau meniru dari sumber lain, maka akan ada pengurangan nilai penjurian atau bahkan terdiskualifikasi.
Melalui bimbingan tutor, mereka yakin dengan cerita mereka masing-masing karena cerita mereka karang sendiri berdasar imajinasi bahkan dari pengalaman mereka sendiri. Selebihnya, tutor berperan untuk memeriksa susunan kata dan mengarahkan performance mereka.

“Jika dilihat dari tema, turnamen ini sangat kompetitif dan menantang. Perlu konsep yang sangat kreatif dan pemikiran out of the box dari setiap anak untuk terjun di perlombaan ini. Ditambah lagi saingan mereka adalah anak-anak terpilih se-Jawa Timur plus didampingi native speaker asal Amerika Serikat. Tapi jangan berkecil hati. Buatlah cerita kalian dan carilah referensi pembawaan speech dan storytelling dari YouTube atau internet yang dibawakan oleh native speaker, dan berlatihlah sebaik mungkin yang kalian bisa.” Pesan Moh. Kusen, Master Tutor yang terlibat dalam seleksi partisipan EJET.

Berikut adalah 10 Partisipan yang terpilih sebagai perwakilan English Massive untuk EJET 2018.

Captureejet
Minggu, 4 Februari 2018. Dengan percaya diri dan keyakinan penuh, tiba saatnya mereka menunjukkan kemampuan mereka dalam turnamen tersebut. Kedatangan mereka di MAN Purwoasri sebagai arena bertanding langsung disambut puluhan native speaker PEACE CORPS yang siap menyambut mereka dalam turnamen ini. Setelah melakukan registrasi ulang, seluruh peserta mengikuti pembukaan di aula MAN Purwoasri. Berada di acara ini membuat mereka semakin tegang sekaligus bangga. Ya, tidak semua partisipan atau siswa sekolahan di Kota Kediri dapat merasakan suasana sekompetitif ini dimana setiap sudut terlihat banyak orang berinteraksi dengan berbahasa Inggris langsung dengan native speaker asal Amerika serikat.
Turnamen dimulai, setiap peserta diarahkan untuk memasuki ruangan berdasarkan lomba yang diikuti. Di ruangan tersebut mereka harus menampilkan hasil dari latihan mereka selama ini di hadapan juri. Juri tersebut terdiri dari empat juri native speaker asal PEACE CORPS dan satu juri asal Indonesia. Singkatnya, setiap partisipan Emas melakukan semua yang terbaik pada hari ini. Mereka ternyata sanggup berkompetisi dengan semua peserta lomba yang notabene mendapat peluang lebih besar untuk memenangi semua perlombaan.
Membanggakan, dua partisipan Emas berhasil menyabet piagam turnamen ini setelah menjadi enam terbaik dalam turnamen ini. Kedua nama tersebut adalah Resti Agnes Satnawati asal spot MCT Five Mojoroto sebagai juara 6 dalam kategori lomba Middle School – Speech dan Mayang Puspa Gading asal spot We Smart Pojok sebagai juara 6 dalam kategori lomba High School – Story Telling.

collage2

Agnes dan Mayang beserta pemenang lainnya saat menerima piagam penghargaan 6 besar EJET 2018

“Ini melebihi ekspektasi kami, tidak menyangka partisipan kita ternyata mampu bersaing dengan peserta lain yang setiap latihannya didampingi oleh native speaker sedangkan partisipan Emas hanya sekali saja didampingi perwakilan Peace Corps. Ini menandakan bahwa tutor, partisipan, dan hasil pembelajaran mereka di spot memiliki kualitas yang sangat baik.” Kesan Arnie Suhestiningsih selaku Master Tutor setelah mendengar pengumuman juara.

Inilah hasil nyata yang dapat terlihat dari program English Massive. Apapun hasilnya Emas sangat bangga kepada sepuluh perwakilan partisipan level teenager yang mengikuti turnamen ini. Pengalaman untuk dapat mengikutkan mereka dalam turnamen bergengsi sekelas EJET ini sudah menjadi wujud apresiasi kami kepada mereka yang percaya diri dan berani untuk mengaplikasikan skill bahasa Inggris mereka yang sebenarnya.