Untuk melatih kesiapan saat terjadi situasi darurat, BPBD Kota Kediri rutin menggelar edukasi dan simulasi bencana di berbagai sekolah. Pada Senin (15/6), giliran SLB Putra Asih Kota Kediri yang dikunjungi. Sebanyak 140 siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB sampai SMALB ikut serta dalam kegiatan ini.
Di sini, para siswa diajari cara menyelamatkan diri secara mandiri, seperti mencari tempat berlindung yang aman saat gempa dan lewat mana mereka harus keluar gedung.
Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, menyampaikan bahwa kunci utama mencegah jatuh korban adalah persiapan sebelum bencana terjadi. Menurutnya, kepanikan dan rasa bingung sering kali muncul karena kurangnya pengetahuan. Lewat simulasi seperti ini, diharapkan sekolah bisa makin siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika ada bahaya.
Bukan cuma siswa, para guru pendamping juga dapat materi pertolongan pertama (P3K). Mereka diajari cara mengobati luka, menangani patah tulang, hingga memanfaatkan benda-benda sekitar untuk evakuasi darurat.
Kepala SLB-B Putra Asih, Rahmah Hidayah Solikhatin, menyambut hangat kegiatan ini. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus lebih cepat paham jika belajar lewat praktik langsung. Dengan ilmu ini, anak-anak diharapkan bisa melindungi diri sendiri, baik saat di sekolah maupun di lingkungan rumah.
Setelah kegiatan ini, pihak sekolah juga berencana minta bantuan BPBD untuk menata ulang jalur evakuasi di sekolah agar lebih aman, serta bakal rutin mengadakan simulasi mandiri ke depannya.