Sosialisasi dan Deklarasi SPMB 2026: Komitmen Kuat Wujudkan Pendidikan Berkualitas Dan Berkeadilan Di Kota Kediri




Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adil, transparan, dan inklusif melalui kegiatan Deklarasi dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang digelar pada 16 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, kepala sekolah, pengawas, hingga perwakilan orang tua dan tokoh masyarakat. Semua hadir dengan satu semangat yang sama: memastikan setiap anak di Kota Kediri mendapatkan akses pendidikan yang setara.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, ditegaskan bahwa SPMB 2026 mengusung tema besar “Mewujudkan Pendidikan yang Berkeadilan di Kota Kediri.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang diwujudkan melalui berbagai langkah konkret.

Salah satunya adalah integrasi penuh sistem SPMB dengan data kependudukan terbaru. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis, khususnya pada jalur zonasi, sekaligus memastikan keakuratan data calon peserta didik. Selain itu, jalur afirmasi juga diperkuat melalui pemadanan data sosial untuk menjamin bahwa akses pendidikan benar-benar menjangkau keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menyiapkan strategi sosialisasi yang dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kelurahan. Pendekatan ini dipilih agar informasi dapat diterima secara merata dan mudah dipahami oleh seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, layanan aduan real-time juga disediakan, baik secara daring maupun luring, guna merespons cepat setiap pertanyaan dan kendala yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menegaskan bahwa pendidikan adalah “eskalator kesejahteraan” yang harus bisa diakses oleh semua tanpa hambatan. Ia menekankan bahwa SPMB bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keadilan pendidikan.

Beberapa arahan penting turut disampaikan, di antaranya penegakan integritas tanpa kompromi terhadap praktik manipulasi data, optimalisasi sistem digital yang ramah pengguna, serta pentingnya sosialisasi yang humanis dan mudah dipahami masyarakat. Selain itu, upaya pemerataan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian utama, guna menghapus stigma antara sekolah “favorit” dan “non-favorit”.

Sebagai penegasan komitmen bersama, kegiatan ini juga diwarnai dengan deklarasi integritas oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Deklarasi ini menjadi janji moral untuk menjaga kejujuran dan transparansi dalam setiap tahapan SPMB.

Dengan semangat kolaborasi dan integritas yang kuat, Pemerintah Kota Kediri optimis pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar, akuntabel, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

Lebih dari sekadar proses penerimaan siswa baru, SPMB 2026 menjadi cerminan arah pendidikan Kota Kediri ke depa lebih inklusif, lebih transparan, dan semakin berpihak pada masa depan generasi penerus.

Hadir dalam kegiatan ini, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur Praptono, Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni, Plt. Inspektur Kota Kediri Edy Darmasto, Kepala Dispendukcapil Kota Kediri Marsudi Nugroho, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Rony Yusianto, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin, serta para kepala PAUD, TK, RA, SD, MI, dan SMP negeri maupun swasta, pengawas, perwakilan orang tua, dan tokoh masyarakat.