Dinas Pendidikan Kota Kediri menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pendampingan Penyusunan Anggaran T-1 Tahun 2026 dan Evaluasi Pelaporan Dana BOSP Tahun 2025 bagi seluruh satuan pendidikan mulai 8–12 Desember 2025. Kegiatan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara dan Aula Kartini ini diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta, meliputi Kepala Sekolah, Bendahara, dan Operator BOSP dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga Pendidikan Kesetaraan.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi sekolah untuk memastikan proses perencanaan dan pelaporan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) berjalan lebih akurat, transparan, dan sesuai ketentuan terbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah strategis agar seluruh lembaga siap menghadapi tutup buku akhir tahun serta penyusunan anggaran tahun berikutnya.
“Dengan sinkronisasi ARKAS dan SIPD yang terus berkembang, sekolah membutuhkan pendampingan yang tepat. Kami ingin memastikan pencairan BOSP tahun 2026 dapat berjalan lancar sejak gelombang pertama sehingga kegiatan pembelajaran di sekolah tidak terhambat,” tegasnya.
Bug atau error pada aplikasi ARKAS yang biasa terjadi saat akhir tahun turut menjadi alasan pentingnya pendampingan teknis langsung dari narasumber pusat.
Untuk memastikan materi tersampaikan secara komprehensif, acara menghadirkan narasumber dari: Sesditjen Kemendikdasmen
Peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai:
Kebijakan terbaru pengelolaan BOSP
Mekanisme penyusunan anggaran tahun berjalan (T-1)
Integrasi ARKAS dan SIPD
Evaluasi laporan keuangan BOSP 2025
Coaching clinic bagi sekolah yang masih mengalami kendala teknis
Kegiatan khusus Kepala Sekolah dan Bendahara BOSP dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara. Pendampingan ini diikuti oleh 866 peserta, terdiri dari Kepala Sekolah dan satu orang Bendahara dari masing-masing lembaga:
141 SD
35 SMP
244 PAUD
13 Pendidikan Kesetaraan
Para peserta menerima penguatan materi terkait penyusunan anggaran BOSP untuk tahun 2026 sesuai ketentuan dan integrasi sistem terbaru.
Untuk kegiatan evaluasi yang melibatkan Operator BOSP, pendampingan dilaksanakan di Aula R.A. Kartini. Total peserta adalah 432 orang, berasal dari seluruh jenjang SD, SMP, PAUD, dan Kesetaraan.
Para operator mendapatkan coaching klinik penyelesaian error ARKAS, evaluasi laporan akhir tahun, serta pendampingan teknis agar proses pelaporan berjalan lancar menjelang tutup BKU.
Dinas Pendidikan Kota Kediri menegaskan bahwa pendampingan semacam ini akan terus dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan dukungan kepada sekolah. Kolaborasi antara dinas, narasumber pusat, dan satuan pendidikan menjadi kunci mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.